Uji Fungsi di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup

Dalam pengadaan AQMS yang dibiayai APBN atau APBD, TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) bukan sekadar formalitas administratif. Ia bisa menentukan menang atau kalahnya sebuah penawaran bahkan ketika harga nominalnya bukan yang termurah. Banyak panitia dan penyedia belum sepenuhnya memahami mekanismenya, padahal dampaknya nyata pada hasil tender.

Artikel ini menjelaskan bagaimana TKDN bekerja dalam pengadaan AQMS pemerintah dan apa artinya bagi Anda.

Apa itu TKDN?

TKDN adalah persentase kandungan dalam negeri pada sebuah produk barang/jasa. Semakin tinggi komponen yang berasal dari dalam negeri (material, tenaga kerja, proses produksi), semakin tinggi nilai TKDN-nya. Nilai ini dibuktikan dengan sertifikat TKDN yang terdaftar dan dapat diperiksa melalui portal resmi (tkdn.kemenperin.go.id).

Kenapa TKDN penting dalam pengadaan AQMS pemerintah

Kebijakan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) diatur dalam Perpres No. 16 Tahun 2018 beserta perubahannya. Poin yang paling berdampak: barang dengan TKDN minimal 25% dapat memperoleh preferensi harga hingga 25%, diberlakukan untuk pengadaan dengan nilai HPS di atas Rp1 miliar. Bila tersedia produk dengan nilai TKDN + BMP (Bobot Manfaat Perusahaan) minimal 40%, instansi wajib menggunakan produk tersebut. Produk impor atau yang TKDN-nya di bawah 25% tidak memperoleh preferensi harga (dihitung TKDN 0%), sehingga sulit bersaing pada evaluasi akhir. Katalog elektronik LKPP juga mencantumkan informasi TKDN sehingga status kandungan lokal mudah diperiksa.

Bagaimana TKDN mengubah hasil evaluasi

Preferensi harga tidak mengubah harga yang dibayar, tetapi mengubah harga yang dinilai saat evaluasi, melalui Harga Evaluasi Akhir (HEA): HEA = (1 − KP) × Harga Penawaran, dengan KP (Koefisien Preferensi) = TKDN × preferensi tertinggi (25%). Ilustrasinya: sebuah produk dalam negeri dengan TKDN tinggi yang harga penawarannya sedikit lebih mahal bisa mengungguli produk impor yang lebih murah, karena nilai HEA-nya menjadi lebih rendah setelah preferensi. Artinya, “lebih murah di atas kertas” tidak selalu berarti menang.

Apa artinya untuk Anda

Bila Anda panitia/PPK: cantumkan persyaratan TKDN dalam dokumen pengadaan dan minta penyedia melampirkan formulir TKDN. Periksa ketersediaan produk dalam negeri di portal TKDN sebelum menetapkan strategi pengadaan.

Bila Anda mempertimbangkan produk: untuk pengadaan dana negara, AQMS yang diproduksi/dirakit di dalam negeri dan memiliki sertifikat TKDN memberi posisi yang lebih kuat dibandingkan unit impor murni. Sebagai gambaran, AERTRAX AQMS yang didistribusikan Giwang Kanaka memiliki nilai TKDN 52,94%. Angka ini tidak hanya melewati ambang 25% untuk preferensi harga, tetapi juga berada di atas 40%, sehingga termasuk kategori produk dalam negeri yang diprioritaskan untuk digunakan ketika tersedia.

Kesalahan umum

Tidak meminta formulir TKDN membuat preferensi harga tidak bisa diperhitungkan. Menganggap TKDN hanya formalitas mengabaikan perannya dalam menentukan pemenang. Dan berasumsi alat impor pasti lebih murah keliru setelah perhitungan HEA, produk lokal bersertifikat TKDN bisa lebih unggul.

Butuh AQMS yang sesuai ketentuan pengadaan dalam negeri?

Unit AQMS AERTRAX yang terintegrasi langsung dengan SFC Efoy

Tim Giwang Kanaka dapat membantu Anda memahami opsi AQMS untuk pengadaan APBN/APBD, termasuk aspek kandungan dalam negeri. Hubungi kami untuk konsultasi.

2 Responses