Di lokasi tanpa jaringan listrik PLN, site tambang terpencil, stasiun pemantauan lingkungan, atau sistem pengawasan di area terisolasi menyediakan listrik yang andal 24 jam adalah tantangan nyata. Genset diesel butuh perawatan rutin, berisik, dan boros. Panel surya tidak bisa diandalkan saat malam, mendung, atau musim hujan. Di sinilah fuel cell EFOY Pro menjadi solusi: sumber listrik off-grid yang senyap, bebas perawatan, dan bisa beroperasi berminggu-minggu tanpa campur tangan manusia.

EFOY Pro adalah fuel cell metanol dari SFC Energy (Jerman), yang didistribusikan di Indonesia oleh PT Giwang Kanaka.

Apa Itu Fuel Cell EFOY Pro?

EFOY Pro adalah generator listrik yang mengubah metanol menjadi energi listrik melalui reaksi elektrokimia tanpa pembakaran, tanpa bagian bergerak. Ia bekerja sebagai pengisi baterai pintar: menyala otomatis saat baterai lemah, dan berhenti saat sudah penuh. Emisinya hanya berupa uap air dan sedikit CO₂, menjadikannya pilihan yang bersih untuk area sensitif.

Karena tidak ada mesin yang berputar, EFOY Pro nyaris tidak butuh perawatan. Tugas operator hanya mengganti cartridge metanol saat habis tidak ada ganti oli, filter, atau busi seperti genset.

Tiga Model: EFOY Pro 900, 1800, dan 2800

EFOY Pro tersedia dalam tiga kelas daya, disesuaikan dengan kebutuhan beban:

SpesifikasiEFOY Pro 900EFOY Pro 1800EFOY Pro 2800
Daya keluaran42 W82 W128 W
Tegangan12V / 24V DC12V / 24V DC12V / 24V DC
Suhu operasi-20°C s/d 50°C-20°C s/d 50°C-20°C s/d 50°C
Tingkat kebisingan<47 dB<48 dB<50 dB
Berat6,5 kg7,2 kg7,8 kg
Dimensi448 x 198 x 275 mm448 x 198 x 275 mm448 x 198 x 275 mm
Bahan bakarMetanol (M5/M10/M28)Metanol (M5/M10/M28)Metanol (M5/M10/M28)

Ketiganya bersertifikat CE, ATEX Zone 2, IECEx, dan FCC dengan tingkat proteksi IP21 (dipasang dalam enclosure tahan cuaca untuk aplikasi tambang outdoor).

Keunggulan untuk Lokasi Terpencil

Beberapa hal yang membuat EFOY Pro cocok untuk kondisi lapangan yang berat: bersertifikat ATEX Zone 2, sehingga aman digunakan di area dengan potensi atmosfer mudah meledak penting untuk lingkungan tambang. Operasinya senyap (di bawah 50 dB, setara suasana kantor yang tenang), berbeda jauh dari genset diesel yang mencapai 64 dB. Rentang suhu operasi lebar (-20°C hingga 50°C), dan desainnya ringkas serta ringan sehingga mudah dibawa ke lokasi terpencil. Ditambah, unit dapat dipantau jarak jauh melalui EFOY Cloud.

Berapa Lama Bisa Beroperasi?

Lama operasi bergantung pada model dan ukuran cartridge. Sebagai gambaran, EFOY Pro 900 dengan satu cartridge M28 (28 liter) dapat beroperasi hingga sekitar 31 hari terus-menerus. Cartridge tersedia dalam ukuran M5 (5 liter, 5,6 kWh), M10 (10 liter, 11,1 kWh), dan M28 (28 liter, 31,1 kWh). Dengan menambah cartridge, waktu operasi mandiri bisa diperpanjang hingga berbulan-bulan.

EFOY Pro vs Genset Diesel

Dibanding genset diesel, EFOY Pro unggul pada biaya operasional jangka panjang dan keandalan. Genset butuh ganti oli, cek filter, ganti busi, dan penggantian komponen bergerak secara berkala; EFOY Pro cukup ganti cartridge dan pantau dari jauh. Dari sisi kebisingan, genset mencapai 64 dB yang mengganggu, sementara EFOY Pro senyap. Untuk site terpencil yang sulit dijangkau, minimnya perawatan ini menekan biaya kunjungan lapangan secara signifikan.

Aplikasi Utama

EFOY Pro ideal untuk beban listrik kecil yang harus menyala terus-menerus di lokasi tanpa grid: stasiun pemantauan lingkungan (termasuk AQMS), sistem pengawasan dan keamanan (CCTV), sensor jarak jauh, serta perangkat telemetri. Untuk kebutuhan pemantauan lingkungan dengan konsumsi 200–2.500 Wh per hari, EFOY Pro dapat menyediakan pasokan listrik mandiri yang andal sepanjang tahun.

Kesimpulan

Untuk lokasi yang tak terjangkau PLN, EFOY Pro menawarkan kombinasi yang sulit ditandingi genset maupun solar: andal di segala cuaca, senyap, bebas perawatan, aman untuk area berbahaya, dan hemat biaya operasional jangka panjang.

Untuk mengetahui model dan konfigurasi yang sesuai dengan kebutuhan lokasi Anda, tim PT Giwang Kanaka siap membantu. Hubungi kami untuk konsultasi dan penawaran.

2 Responses